Sambung Rasa (SAMRA) merupakan salah satu program kerja yang diselenggarakan
oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan khususnya dimiliki oleh bidang Kesejahteraan
Mahasiswa (Kesma). Sambung Rasa (SAMRA) merupakan kegiatan untuk menjembatani
antara staf pengajar dan sivitas akademika yang mengungkapkan ringannya hambatan serta
sebagai evaluasi dari hasil sambung rasa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Mahasiswa
dapat menyampaikan segala aspirasi dengan sesama mahasiswa ataupun staf pengajar di
Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, sehingga mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dialami,
menyelaraskan dan menyatukan pendapat dengan harapannya dapat menemukan hasil serta
jalan keluarnya. Sambung Rasa (SAMRA) tahun ini bertemakan “Suarakan Aspirasi,
Utamakan Harmonisasi untuk Mencapai Aliansi Program Studi”.
Sambung Rasa (SAMRA) 2023 dilaksanakan dua kali, dimana yang pertama Sambung
Rasa I dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2023 secara online yang diikuti oleh seluruh
mahasiswa PSSKPPN dari angkatan 2019-2022. Sambung Rasa I membahas mengenai
keluhan atau hambatan mahasiswa PSSKPPN yang sudah mengisi melalui Ruang Aspirasi
(RUAS), dimana tujuan dari Sambung Rasa I untuk menyepakati apakah mosi yang diajukan
ini disetujui untuk diajukan ke Sambung Rasa II. Terdapat 17 mosi yang dibahas dalam Sambung
Rasa I, setelah diskusi dengan mempertimbangkan segala hal terbitlah hanya 5 mosi yang
diajukan ke Sambung Rasa II untuk didiskusikan antara mahasiswa dan dosen PSSKPPN.
Sambung Rasa II dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2023 secara offline di Ruang Kuliah
4.01 Gedung Timur Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang diikuti oleh perwakilan
mahasiswa dari masing-masing angkatan 2018-2022 yakni tiap angkatan mengirimkan
perwakilan sebanyak 5 orang. Sambung Rasa II ini membahas kesepakatan mosi yang sudah
dibahas pada Sambung Rasa I antara mahasiswa dan dosen PSSKPPN. Mahasiswa maupun
dosen juga memiliki mosi tersendiri, dimana pada Sambung Rasa II mosi mahasiswa dibahas
terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membahas mosi dari dosen. Pembahasan
Sambung Rasa II tidak jauh dari membahas akademik maupun non akademik. Mosi mahasiswa
dipandu oleh mahasiswa angkatan 2020, begitu pula dengan mosi dosen yang dipandu oleh
dosen. Sambung Rasa II inilah yang akan menjadi penentu dari mosi, dari mahasiswa atau
dosen yang berpendapat akan menghasilkan solusi serta kesimpulan dari mosi yang sudah
ditetapkan. Dalam membahas mosi pun mahasiswa ataupun dosen dipersilahkan untuk
memberikan tanggapan/klarifikasi/menyanggah bahkan meluruskan dari pembahasan yang
dibahas. Setelah mahasiswa ataupun dosen setuju dengan bahasan mosi yang diajukan, diakhir
terdapat kesimpulan dari notulensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *