Menguap adalah hal yang wajar terjadi pada setiap manusia. Menguap saat merasa ngantuk dapat disebabkan oleh kuragnya kadar oksigen dalam otak, sehingga otak akan mengarahkan bibir untuk membuka (menguap) agar dapat lebih banyak mendapatkan oksigen (Heru Triamiyono, 2014 dalam jurnal ilmiah WIDYA). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengantuk adalah suatu perasaan hendak tidur. Rasa kantuk yang datang bisa menjadi tanda bahwa tubuh sudah jenuh untuk menikuti sesuatu, dimana secara harafiah rasa jenuh tersebut berarti ketidakmampuan tubuh dalam menerima sesuatu (Khusumawati, 2014). Berikut ini, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan manusia mengantuk, yaitu (Rasmada, Triyanti, Indrawani, Sartika, 2012. Dalam jurnal kesehatan masyarakat nasional) :

  1. Waktu tidur yang kurang

Tidur diatas pukul 24.00 dapat menyebabkan rasa kantuk di pagi hari, apalagi harus beraktifitas yang diawali pada pagi hari. Akibatnya sebagai pelajar adalah perasaan mengantuk. Untuk itu, alangkah baiknya jika mengatur jam tidur yang sesuai, dan pandai mengatur waktu agar tidak membuat tugas-tugas sampai begadang.

  1. Kurang energi

Berkaitan dengan poin pertama, pada pukul 24.00 organ hati akan melakukan metabolisme asam laktat lalu diubah menjadi tenaga kembali. Proses metabolisme tersebut menghabiskan waktu selama dua jam. Jika pada rentang jam terbut seseorang belum juga tidur, maka proses metabolisme tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya, dipagi hari seseorang akan mengantuk, dan tidak segar.

  1. Jenuh

Jenuh dapat disebabkan ketika seseorang tidak tertarik terhadap pembahasan materi yang dipaparkan, apalagi waktu lecture tersebut berlangsung lumayan lama, sehingga menyebabkan mengantuk. Untuk mengatasi, seseorang diharapkan lebih aktif dalam mengikuti pelajaran, seperti bertanya yang kurang jelas.

 

Apakah rasa kantuk tersebut bisa dihilangkan agar tidak mengganggu? Menurut Triamiyono dalam Jurnal Ilmiah Widya, jawabannya bisa. Cara yang paling sederhana dan sangat mudah dilakukan bagi mahasiswa adalah cuci muka. Menurut Khusumawati dalam jurnal BK Unesa, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan teknik relaksasi nafas dalam. Triamiyono dalam jurnal Ilmiah Widya juga mengatakan bahwa menarik nafas dalam dapat membuat tubuh menyerap lebih banyak oksigen untuk dialirkan ke otak, sehingga detak jantung menjadi lebih lambat, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, yang pada akhirnya dapat membantu kinerja mental dan energi. Jadi, perpaduan antara mencuci muka dengan menarik nafas dalam dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengusir rasa kantuk.

 

Sumber :

Rasmada,Sada., Triyanti., Indrawani, Yvonne.M., Dewi Sartika, Ratu Ayu. 2012. Asupan Gizi dan Mengantuk Pada Mahasiswa. http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/55/56(online). Vol:2. p-ISSN: 1907-7505. e-ISSN: 2460-0601. Diakses pada 7 Februari 2018

Triamiyono, Heru. 2014. Jurnal Ilmiah Widya. Upaya Mengatasi Rasa Kantuk Di Kelas Dalam Proses Belajar Mahasiswa Taruna Akademi Maritim Djadajat. e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/download/180/158. (online).Vol:2. ISSN: 2337-6686. Diakses pada 23 Januari 2018.

Kamus Besar Bahasa Indonesia(online).

Khusumawati, Zhuni Eka. 2014. Jurnal BK Unesa. Penerapan Kombinasi Antara Teknik Relaksasi Dan Self-Instruction Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Siswa Kelas Xi Ipa 2 Sma Negeri 22 Surabaya(online). Vol: 5. Diakses pada 8 Februari 2018.

One thought on “Mengantuk saat Lecture?”

  1. Isi sudah bagus hanya saja penulisan sitasi bisa diperbaiki dengan menggunakan salah satu style penulisan (APA style, vancouvers, harvard dll), dan lebih diperbanyak literaturenya ya untuk melihat keefektifan dari intervensi yang disarankan. Semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *